Sunday, 27 April 2014

Mempercayakan Hidup Pada Alat Kesehatan

Mempercayakan Hidup Pada Alat Kesehatan - Siapa pahlawan mu masa kini ? Siapa idola mu masa kini ? Mereka masih kalah dengan perjuangan para pencari kesehatan. Demi berjuang untuk kesehatan, mereka rela naik gunung turun ke lembah, masuk lubang dan gali lubang dan kaki di kapala, kepala di kaki.

Ungkapan itu terbesit dalam hati saya di saat Minggu pagi berjalan ke sebelah timur lapangan karang Kotagede. Tua-muda dan pria-wanita lalu lalang dalam sebuah tenda. Tenda kesehatan. Antrian pendaftaran pemeriksaan kesehatan gratis terjejer dalam teduhnya bawah tenda. Acara Hari Bumi yang digagas Walhi Yogyakarta dan Sahabat Lingkungan Walhi Jogja di sisi pojok timur selatan lapangan karang Kotagede.

Bagi saya yang awam kesehatan, peralatan yang ada di bawah tenda itu relatif komplit. Tensi darah, tinggi badan dan berat badan, cek kolesterol, cek gula, cek darah. Dan semua itu gratis den ..! Walau saya di tawari gratis, bagi saya alat-alat kesehatan itu sangat menakutkan.

Layaknya antrian sembako, antrian pemeriksaan kesehatan itu mengular hingga keluar tenda. Kebanyakan seh, pesertanya para orang tua. Tanpa ditemani anak atau cucu mereka, orang tua berjalan pelan-pelan menghampiri stand demi stand untuk check up kesehatan secara gratis.

Lalu lalang keluar masuk area tenda membuktikan banyaknya orang ingin menyakinkan bahwa mereka dalam keadaan sehat. Bagaimana tidak, tanpa di komando dan aba-aba mereka telah suka rela dan penuh keyakinan mempercayakan kondisi kesehatan mereka melalui obat dan alat kesehatan di tenda itu. Ya itulah pejuang kesehatan. Apapun hasil pengukuran yang di keluarkan alat itu, mereka percaya bahwa itu kondisi hidup tubuh mereka.

Tidak hanya pemeriksaan gratis aja lho, berbagai potongan buah-buahan dan pisang godhog tersedia beserta teh hangat gratis. Kalo Semuanya gratis, pasti banyak orang yang suka. Yang menarik adalah, kita bisa juga lho secara gratis kenalan dengan mbak-mbak cantik yang sibuk dalam tenda itu.

Secara jasmani, saya pun tergelitik ingin mencoba alat kesehatan itu demi mbak-mbak cantik pelayan check up kesehatan gratis itu.  Dan hasilnya saya takut akan alat-alat kesehatan dan hanya menemani Bang Chepot saat mengantri check up kesehatan sembari menggoda mbak-mbak itu.

Itu kerudung ungu memang manis den, kalo menurut mu gimana ?

0 comments:

Post a Comment