Sunday, 8 June 2014

Diantara Aku dan Panti Rapih, dan Bekas Rokok Tak Terhisab

Diantara Aku dan Panti Rapih, dan Bekas Rokok Tak Terhisab - Ngadepin monitor berjam-jam tanpa rokok itu serasa nahan konak. Ngopi, ngeteh dan nyemil makanan pun gk bisa nahan kesemrawutan otak saat di depan monitor. Terasa nahan konak bila tidak merokok demi project digitalisasi data kepegawaian rumah sakit panti rapih selama 6 minggu. Merokok di tempat yang sulit.

Ya begitu lah rasanya. Awalnya, saya ragu-ragu untuk men-iya-kan pekerjaan itu. Harus di depan monitor tanpa rokok dan menghadapi bau rumah sakit yang khas. Rumah sakit identik dengan bau obat, itu saya sangat tidak suka. Sebenarnya, saya takut masuk rumah sakit karna bau obat itu. Sesakit-sakitnya saya, saya tidak minum obat dokter.

Selain, bau obat. Teguran satpam rumah sakit karna merokok telah saya dapatkan 1 kali. Walau merokok di tempat terpencil pun kok ya bisa ketahuan. Cuma boleh merokok di area parkiran doang. Alhasil seminggu cuma habis 1 bungkus rokok. Syukur lah bisa ngirit duit walau kepepet kahanan.

Seseram sapaan teguran satpam berbanding terbalik dengan sapaan karyawan panti rapih. Selama kerja 6 minggu di ruang personalia, terdapat tawa canda ke akraban karyawan panti rapih. Suasana kerja yang nyaman hingga bisa mengusir kebosanan. Beberapa pengalamaman ngerjain project di beberapa tempat, hanya di panti rapih saya nemuin patner kerja yang welcome terhadap orang luar.

Kebetulan project digitalisasi data kepegawaian ini sangat rahasia, tidak boleh ada berkas atau data yang keluar dari ruangan itu. Baca sepintas, memang berkas itu sangat privat bagi karyawan. Dan personalia di panti rapih itu sangat tersistem dengan rapi konsisten.

Sepintas melihat foto karyawan panti rapih, ada beberapa yang loveable lho… Itu salah satu yang membuat betah di ruang itu. Sapaan, candaan dan komunikasi yang renyah juga ada pada karyawan panti rapih. Menurut saya, kenyamanan kerja di panti rapih terbentuk dari kerenyahan karyawan panti rapih yang sudah menjadi budaya kerja di sana.

Pengerjaan digitalisasi dilakukan secara keroyokan oleh @apritos, @maztrie, @BayuHermawan, @Bimosaurus, Ucok di tambah karyawan panti rapih yaitu Ratna. Dan sering kali di bantu oleh karyawan yang lain juga, mereka “enthengan” dalam bekerja. Disaat istirahat pun, kami pun di sediain makan siang+snack siang+kopi-the dan juga kadang ditambahin makan+snack lagi. Jadi semacam program pengemukan tuh, kerja seminggu 6 hari dari jam 08.30 s/d 19.00 yang menyebabkan tidak ada waktu untuk olah raga.

Ini cerita panti rapih ku, kalo cerita panti rapih mu gimana den ?

2 comments:

  1. wuo, tak kiro dadi karyawan tetap neng Panti Rapih om...
    koq ra ngelamar sisan dadi setap kono je ?

    ReplyDelete
  2. Wahahaha, dapat teguran yak. Area kesehatan memang bebas dari asap rokok. Harus itu, tanpa kecuali.

    ReplyDelete