Wednesday, 16 July 2014

Menjadi Guru Untuk Mengubah Nasib dan Karakter Anak Bangsa

#Guru #MencerdaskanAnakBangsa #CeritaGuru #PengalamanMengajar
Foto diambil dari www.sm3t-unp.org

Guru ibarat mesin pencetak kualitas generasi masa depan. Presiden dan tokoh-tokoh besar merupakan hasil didikan guru. Guru, manusia dengan penuh perjuangan. Manusia dengan tanda jasa sebuah impian generasi masa depan lebih baik.

Menjadi guru itu harga yang tak terbayarkan


Lika-liku dalam menularkan ilmu menjadi citarasa dan rasa kepuasan yang mendalam. Puas tatkala ilmu yang ditularkan berguna bagi murid. Menguasai kelas dan memahamkan murid terhadap materi itu merupakan sebuah kebanggan. Itulah pengalaman yang saya rasakan dalam 4 bulan praktek mengajar di SMK Penerbangan Bandung.

“Guru, di gugu lan di tiru” (bahasa jawa). Pengalaman mengajar yang saya alami seolah-olah membenarkan peribahasa jawa itu. Segala ucapan dan tingkah laku guru pun menjadi inspirasi dan di ikuti oleh murid. Kebanyakan orang akan mempunyai kenangan dengan seorang guru. Kenangan guru itu abadi. Tidak ada istilah bekas guru, tapi kalo mantan murid itu ada.

Guru itu sutradara sekaligus aktor di dalam kelas


Kalo ditanya gimana rasanya saat mengajar pertama kali, saya pun akan menjawab agak grogi. Perasaan di hari pertama mengajar, memang agak canggung untuk berdiri di depan kelas dengan berbagai materi yang harus di ajarkan. Setelah mengajar sekali, dua kali dan tiga kali maka hal tersebut menjadi hal biasa. Teknik penguasaan kelas pun di dapat dengan sendirinya dan itu menjadi gemblengan mental bagi saya.

Mengajar di depan kelas pun butuh persiapan. Layaknya seorang sutradara, guru juga membuat materi ajar, bahan ajar dan sekenario mengajar. Dalam kelas, guru menjadi pengatur skenario mengajar dan sekaligus sebagai aktor dari sekenario itu. Seperti halnya sebuah film, sesekali berakting di dalam kelas pun perlu. Ibarat menampilkan ekspresi wajah bahagia di depan kelas walau hati sedang putus cinta.

Guru dengan berbagai kompetensi yang melekat padanya


Mau tahu kehebatan guru ? Idealnya, guru adalah profesi yang multi talent dalam kesempurnaan. Banyak kompetensi yang harus di kuasai oleh guru. Mulai dari melakukan proses pembelajaran (pegadogik), pengembangan pengetahuan keilmuan, sosial dan kepribadian yang baik, profesional terhadap pekerjaan hingga administrasi keguruan harus dilaksanakan semua. Dilihat sepintas, memang kualifikasi guru melebihi profesi lainnya. Maka tidak heran bila profesi guru mendapat nilai lebih di tengah masyarakat.

Profesi guru identik dengan pendidikan. Di Indonesia saja, kualitas pendidikan memang belum merata. Banyak daerah terpencil dan tertinggal yang masih belum mendapatkan kualifikasi guru yang di standarkan oleh pemerintah.

Kualitas anak bangsa tidak terlepas dari kualifikasi guru yang mendidiknya. Setidaknya, orang yang terdidik (minimal sarjana) mempunyai kualifikasi ini.

Sudah menjadi tanggung jawab sosial sebagai orang terdidik untuk menjadi guru/ pendidik atau mengajarkan ilmu yang miliki untuk ditularkan ke orang lain. Sudah menjadi kewajiban sosial semua orang untuk ikut mencerdaskan anak bangsa. Termasuk saya, anda dan kalian semua ini.

Saya kira tidak harus menjadi guru untuk dapat mencerdaskan anak bangsa, cukup menularkan dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi anak kita itu sudah menjadi bagian dari mendidik anak bangsa.

Keistimewaan guru


Bagi saya profesi guru itu derajatnya setara dengan Ustadz/ Kyai/ Romo/ Pendeta. Guru itu orang yang istimewa dengan segala kompetensi yang melekat padanya. Butuh perjuangan panjang dan modal besar untuk mencerdaskan anak bangsaSelain mendidik, guru juga mengubah perilaku dan karakter anak bangsa. Hasil didikan guru inilah yang akan berdampak pada bangsa saat sekitar 25 tahun setelahnya.


Guru merupakan satu-satunya profesi yang menentukan kualitas pemimpin dan masa depan bangsa.

Dan saya terus belajar untuk menjadi guru.

Ini cerita mengajar ku den, hayo cerita mengajar mu gimana ?

0 comments:

Post a Comment