Wednesday, 13 August 2014

Butuh Aku, Dirimu Dan Mereka. Agar Air Bisa Lestari

#BincangAir #LubangBiopori #ngaBLOGburitAQUA

Siapa yang tak membutuhkan air? Dirimu pun membutuhkan air. Bisa jadi kalau sudah mati, tidak membutuhkan air. Saya pun butuh air, hingga saya sering membeli air minum kemasan demi kebutuhan. Dimana tempat tersebut terdapat air, maka akan ada harapan kehidupan di daerah tersebut.

Gambar diambil dari www.behance.net
Beberapa cerita tentang air, saya dapatkan saat acara #ngaBLOGburitAQUA di Klaten bersama Blogdetik. Ini kali pertamanya, saya mengikuti kopdar blogger bersama Blogdetik. Pengalaman ikut kopdar blogger bisa tambah teman, tambah sedulur dan tambah pengetahuan.

Cerita tentang air dan kehidupannya disampaikan oleh tim CSR AQUA dan dosen UGM. Disertai juga dengan cerita oleh pak Lurah desa Karanglo Klaten yang berhasil menggerakkan warganya untuk kelestarian air dan lingkungan di wilayahnya. Menurut presentasi dosen UGM, DR. Ir. Heru Hendrayana, “Kondisi air di berbagai wilayah memang berbeda-beda. Kualitas air tanah ditentukan oleh kondisi geologi batuan dan aktivitas manusia di atasnya”. Apakah ini salah satu penyebab ada daerah yang kesulitan air dan ada daerah yang airnya berlimpah ruah?

Singkatnya, penurunan kualitas air disebabkan aktivitas manusia melalui pencemaran air dan lingkungan. Dari berita televisi maupun di koran yang ada, saya kira semua orang juga sudah tahu, kalau ada beberapa kota yang air tanahnya tercemar hingga tidak layak minum. Dan ada beberapa daerah yang kesulitan air bersih. Akan tetapi sulit untuk memastikan, siapa yang melakukan pencemaran ? Bisa jadi, saya, dirimu, dan mereka merupakan bagian dari ekosistem pencemaran air dan lingkungan.

Jikalau saya, dirimu dan mereka secara tidak langsung turut serta dalam pencemaran, lantas siapa yang akan melestarikan air dan lingkungan? Bila terjadi pencemaran, apakah juga akan menyalahkan saya, dirimu dan mereka? Terus apakah yang bisa saya, dirimu dan mereka lakukan untuk air dan kehidupan Indonesia yang lebih sehat?

Konon ceritanya, air bisa diperbarui, tapi butuh proses yang panjang untuk memperbarui kualitas air layak minum. Air hanya bisa habis karena kelayakannya. Saya kira, semua orang sudah tahu permasalahan air yang ada dan cara pelestariannya. Butuh usaha yang keras dan waktu yang lama untuk menjaga kelestarian kualitas air yang layak.

Banyak yang dapat di lakukan dalam pelestarian air. Dari hal kecil sampai hal yang besar sangat berguna bagi pelestarian air dan lingkungan. Contohnya di desa Karanglo Klaten, kegiatan pelestarian air sudah menjadi budaya warga setempat. Dan disana, surganya air kejernihan.

Foto acara #ngaBLOGburitAQUA bersama blogdetik

Sepintas pandangan mata saya, air di desa Karanglo masih jernih dan sungai yang bebas sampah. Petani padi daerah karanglo hanya menggunakan pupuk organik. Petani sadar, bahwa pupuk kimia bisa mencemari air tanah. Mereka menanam padi secara organik.

Menurut Lurah desa Karanglo, Yudi Kusnandar, “Budaya air sehat di desa Karanglo itu tidak terpisah dari keaktifan warga dan di support oleh AQUA”. Mereka AQUA, memberikan penyuluhan ke petani dan pembentukan bank sampah demi sustainable development kelestarian air dan lingkungan. Desa Karanglo merupakan desa pertanian terpadu yang digagas AQUA.

Saya jadi ingat pesan Mbah Ratijo, tokoh masyarakat kampung saya, “Sudah menjadi kewajiban sosial bersama dalam pelestarian lingkungan”. Dibutuhkan aksi bersama untuk pelestarian lingkungan. Butuh aksi saya, dirimu, dan mereka para perusahaan untuk bersama-sama menjaga kelestarian air dan lingkungan.

Bila di kampung saya, sedang giat dilaksanakan pembuatan sumur resapan dan lubang biopori. Yang paling mudah dan simpel adalah membuat lubang biopori. Tidak membutuhkan waktu yang lama dan keahlian yang khusus untuk membuat lubang biopori. Dirimu pun bisa membuat lubang biopori sendiri di halaman rumah.

Trus alat pembuat lubang bioporinya beli dimana? Bagi yang tinggal di Yogyakarta, tidak usah beli. Saat ini, rata-rata setiap desa sudah menyediakan alat tersebut. Tinggal pinjam saja di kantor kelurahan. Saya kira, pak Lurah pun akan sangat senang bila warganya meminjam alat untuk membuat lubang biopori. Bila ingin buat, dirimu bisa tanyakan alat tersebut ke pak Lurah setempat.

Bilamana dirimu dan mereka ingin membuat lubang biopori, bisa ikuti panduan cara membuat lubang biopori yang saya temukan di Youtube.


Selain panduan membuat biopori dari video Youtube tersebut, ada juga gambar pembuatan lubang resapan biopori yang saya dapatkan dari alamat situs http://pub.bhaktiganesha.or.id/itb77/files/Biopori/.






Apapun aksi pelestarian yang dilakukan, setidaknya akan berguna bagi kelestarian air dan lingkungan disekitar. Sepintas, membuat lubang biopori itu sepele, tapi jika saya, dirimu dan mereka melakukannya, maka itu aksi yang besar.

Memang butuh aksi yang besar untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan. Akan tetapi dari hal kecil yang di lakukan, cukup bermakna bagi pelestarian air yang akan dikonsumsi anak cucu kita kelak. Aku, dirimu dan mereka menjadi bagian ekosistem kelestarian air dan lingkungan.

2 comments: