Saturday, 20 June 2015

Travel Heritage Jogja From Local To Global

#TravelHerigate #JogjaIstimewa #JalanJalan
Travel Heritage | Makam raja di Imogiri Yogyakarta. Salah satu bangunan heritage saksi bisu sejarah kerajaan Jawa. Sampai sekarang makam raja itu bisa di kunjungi.

Foto bareng dengan abdi dalem Makam Pajimatan Imogiri

Untuk sampai ke makam raja, serasa berolah raga dengan menaiki ratusan tangga. Saya suka kesana untuk menikmati suasana sinambi ngunjuk teh anget kalih dedaharan tahu bacem. Kalau orang jogja bilang, tempatnya cocok untuk “ngenggar penggalih”. Namun, banyak juga orang berziarah kesana pada setiap malam selasa atau jumat kliwon.

Namanya juga heritage, banyak orang yang percaya dengan cerita-cerita yang ada padanya. Dan saya pun juga percaya dengan beberapa cerita yang masuk nalarnya saya. Mungkin itu yang menjadikan tempatnya selalu menarik untuk dikunjungi. Makam raja Imogiri sudah menjadi hal penting dan menarik dan telah menjadi identitas orang Jogja.

Kalau bicara bangunan kuno atau heritage, maka tidak terlepas pada suasana masa silam, kerajaan, agama dan mistis. Kalau sudah sampai mistis, tentu ada kisah yang diluar nalar kita akan tetapi ada beberapa fenomena yang mengarah ke cerita mistis tersebut. Tidak hanya makam raja Imogiri saja, Candi borobudur pun banyak ceritanya juga. Contohnya relief candi Borobudur yang paling bawah sendiri yang sengaja ditutupi dikubur agar tidak terlihat. Ada apa dengan relief itu? Panjang itu ceritanya.

Foto bareng Bupati Suralaya Makam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Balik ke heritage Jogja. Kota ini memang mempunyai banyak macam bangunan heritage.

Sebagai kota yang mempunyai bangunan heritage, Yogyakarta telah mencanangkan program Travel Heritage. Menyusuri bangunan warisan budaya dan cagar budaya yang ada di Yogyakarta. Acara ini diberi tema “From Local To Global”. Heritage yang notabene sebuah warisan budaya dan cagar budaya layak digunakan untuk kepentingan agama, sosial, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan pariwisata.

Foto booth acara sosialisai Travel Heritage

Memang sudah wajibnya kita sebagai pewaris kebudayaan untuk melestarikan heritage tersebut. Namun, faktanya tidak mudah untuk melakukan hal tersebut. Butuh usaha lebih untuk memberi pengertian ke masyarakat akan nilai sejarah bangunan tersebut. Dalam sisi tertentu, usaha pelestarian heritage bertolak belakang dengan pengelolaan pariwisata yang kurang berpihak ke pelestarian heritage.

Sebagai orang Jogja yang awam dan beridentitas heritage tersebut, saya cuma berharap bahwa heritage itu tidak dijadikan tujuan sebagai pariwisata. Akan tetapi pariwisata itu hanya sebuah efek adanya pelestarian warisan budaya dan cagar budaya. Boleh dimanfaatkan, namun bukan untuk dieksplorasi.

Visi DIY memang menonjol di berkarakter berbudaya, disisi lain kawasan heritage perlu dijaga keberadaanya. Sedangkan dipihak sebelah, kawasan heritage semakin bersanding dengan bangunan beton disertai kondisi jalanan si komo lewat. Namun, Jogja tetap membuat kangen bagi yang pernah menyinggahinya. Sudah banyak identitas heritage yang sudah melekat pada sebagian orang yang pernah tinggal di Jogja

0 comments:

Post a Comment