Wednesday, 27 April 2016

Iki Lho Tafsir Filosofi Angka Jawa Kudu Di Ngerteni

#Jawa #Tafsir #Budaya
Tafsir Filosofi Angka Jawa | Pada intinya, tafsir jawa itu luas. Saking luasnya, setiap perlambang budaya jawa itu ada artinya. Contohnya “Tumpeng” yang bias diartikan doa marang Pangeran (doa menuju Tuhan).

Disini akan diurai secara singkat banget tentang tafsir filosofi angka Jawa yang harus diketahui bila ingin jadi orang Jawa.

Filosofi bilangan dalam jawa :
21 – Selikur – (Dua Puluh Satu)
22 – Rolikur – (Dua Puluh Dua )
29 – Songo likur – (Dua Puluh Sembilan.)
Perlu diketahui: Dalam bahasa Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, dst; melainkan  dengan sebutan Selikur, Rolikur, Songo Likur.

Di sini terdapat satuan LIKUR yang merupakan kependekan dari (LIngguh KURsi).

Artinya duduk di kursi. Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA” atau pekerjaannya atau profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya saat ini.

Ada penyimpangan pada angka 25, tidak disebut dengan LIMANG LIKUR, melainkan di ucapkan dengan SELAWE.

SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok). Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).

Ada penyimpangan lagi penyebutan satuan pada bilangan 50.
Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telung Puluh, Patang puluh, mestinya Limang Puluh.

Akan tetapi, penyebutan satuan pada bilangan 50 diucapkan menjadi SEKET.
SEKET (SEneng KEthunan : suka memakai Kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut. Dalam keseharian orang, penutup kepala biasa digunakan untuk menutup botak atau rambut yg memutih.

Di sisi lain bisa juga kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sudah lebih taat beribadah.
Pada usia 50 tahun, seyogyanya seseorang harus lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal di kehidupan setelah meninggal.

Kemudian,  ada  penyimpangan lagi penyebutan satuan pada bilangan 60. Diucapkan menjadi SEWIDAK atau SUWIDAK. Bukan dibca dengan ucapan Enem Puluh.

SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK).
Artinya : sesungguhnya sudah saatnya pergi. Intinya, siap-siap untuk dipanggil oleh Tuhan YME.

Kalau di babar lebih dalem lagi, masih banyak yang perlu diketahui dari filosofi angka Jawa. Dalam budaya jawa, ada istilah ilmu “Gathuk”. Jadi, segala perlambang punya banyak tafsir dan makna. Dan ini hanya tafsir saja.

Pokokmen kita semua harus bisa sehat walau sudah tua. Tetep semangat tetep sehat.
Wes, ngono wae. Titik...

0 comments:

Post a Comment